BELANJA ONLINE LUAR NEGRI
Saya memiliki kegemaran belanja online di luar negri sejak tahun 2011 di ebay yang kemudian meluas ke Amazon, Aliexpress, sejumlah penjual software, dst. Belanja secara online ternyata mengasyikkan karena pilihannya sangat banyak & murah.
Meskipun demikian saat ini belanja online di luar negeri tidaklah selalu lebih murah dibanding di Indonesia khususnya untuk barang-barang yang berasal dari Cina. Sepertinya ada sejumlah pedagang lokal yang bisa langsung mengimpor barang dari pabrik di Cina & mengirimkannya lewat jalur laut. Jadi sebelum beli di luar negri pastikan dibandingkan dulu.
Belanja di luar negri agak merepotkan ketika barang yang dibeli tidak sampai atau rusak. Pernah di tahun 2012 saya beli handphone dari Penjual di Inggris lewat ebay namun barang hilang di jalan/ tidak sampai. Untunglah ebay mempunyai system yang menguntungkan pembeli sehingga uang gampang direfund ke paypall. Demikian pula saat beli barang elektronik dari Cina di tahun yg sama ternyata barang tidak berfungsi, kalau saya balikkan ke Penjual ternyata ongkos kirim di sini jauh lebih mahal dibanding di harga barang. Sekali lagi uang bisa direfund oleh ebay & saya tidak perlu mengembalikan barang ke Cina.
Pengalaman barang bermasalah pernah juga dialami di Amazon tahun 2016 dimana saya ada beli beberapa buku di Amazon namun ternyata buku tidak sampai. Dilihat ditracking histori dibilang sudah sampai Jakarta & dikirim ke saya namun nyatanya tidak pernah sampai. Sepertinya ada indikasi kecurangan di tenaga pengirim di Indonesia. Ketika saya isi form complain, dalam 3 hari barang pengganti dari Amerika langsung sampai di tangan, padahal normalnya 1 bulan. Luar biasa cepat penyelesaiannya.
Beda halnya saat beli LCD via Aliexpress di tahun 2016, dimana Penjual di Cina mengirim beda part number sehingga tidak bisa dipakai. Sistem penanganan complain di Aliexpress ternyata lebih menguntungkan Penjual di Cina dimana saya harus mengirimkan balik barang dulu agar bisa ditukar atau diganti uang. Ini cukup memberatkan saya, bayangkan saja harga LCD termasuk biaya pengiriman saat beli sekitar 600 ribu namun sebaliknya ketika dikirim balik ke Cina tarif di Indonesia sekitar 500 ribu rupiah. Jadi kalau mau dapat refund saya hanya terima 100 ribu, sebaliknya kalau mau terima barang pengganti yang belum tentu bener juga saya harus keluar uang 500 ribuan. Cukup dilematis!
Untuk pembelian barang-barang tertentu ada sejumlah pajak yang perlu dibayarkan ke negara. Pembayarannya cukup mudah dimana kalau kita ada di Jakarta tinggal datang saja ke kantor Bea Cukai yang ada di kantor Pos Pasar Baru. Namun demikian jangan coba-coba beli barang dalam jumlah banyak karena untuk melakukan hal ini perlu ijin khusus karena dianggap importir untuk tujuan komersil. Demikian juga jangan impor barang yang dilarang seperti narkoba, pasti akan ketahuan & berurusan dengan penegak hokum.
Oh iya, untuk alat pembayaran belanja online di luar negri saya prefer Paypall karena sangat aman & praktis. Aman karena reputasinya sebagai pemain terbesar di Dunia. Praktis karena dipakai di banyak tempat & setiap kali melakukan pembayaran tinggal klik icon Paypall & masukkan password. Beda halnya kalau pakai kartu kredit maka kita akan meninggalkan jejak identitas kartu kredit di berbagai tempat dimana cukup beresiko dibobol.
Meskipun sudah hati-hati pernah juga kebobolan di Oktober 2017 dimana ada tagihan 2,8 juta dari salah satu perusahaan Penjual domain & webbuilder yang berlokasi di luar negri. Ceritanya di bulan September 2016 saya ada beli domain & bikin website sederhana yang tinggal klik & next dengan biaya promo setahun 1,4 juta. Meskipun saya sudah memilih paket yang tidak autorenewal & kartu kredit yang dimasukkan bulan berakhirnya di Juni 2017 namun herannya tanggal 20 September 2017 mereka masih bisa mencharge 2,8 juta di kartu kartu kredit. Untunglah setelah diurus bisa direfund.
Demikianlah sedikit pengalaman belanja online di luar negeri, mudah-mudahan berguna. (SGT)

Share This