Nasi uduk & nasi kuning tentu tidak asing bagi kita yang tinggal di daerah Jabodetabek. Mkanan ini sangat mudah ditemui di banyak perumahan. Menu ini sangat digemari para karyawan yang harus berangkat pagi-pagi ke kantor. Penjual makanan ini biasanya jam 5:30 pagi sudah mulai berjualan dan selesai jam 9-10 pagi.

Penampilan para penjual yang sederhana dengan gerobak dorong yang ala kadarnya membuat tidak banyak orang yang tertarik mencoba memulai bisnis ini. Untuk memulai bisnis ini sebenarnya tidaklah terlalu sulit dilihat dari sisi permodalan & keahlian. Sebagai contoh harga gerobak paling sekitar 2,5 juta. Menu yang dihidangkanpun tidak asing & mudah dipelajari seperti nasi kuning, nasi uduk, orek tempe, telur dadar suwir, tahu kuah manis, kacang goreng, krupuk, sambal, telur balado, dst.

Namun demikian bagi banyak lulusan S1 yang sejak kuliah bercita-cita menjadi orang kantoran bukan hal yang mudah untuk memilih profesi ini dengan berbagai alasan seperti: kurang keren, malu, tidak sesuai yang dipelajari. Sehingga profesi ini seolah menjadi milik orang-orang yang tidak punya harapan untuk bekerja di tempat lain.

Namun siapa sangka penghasilan mereka tidak kalah dengan orang kantoran berdasi! Sebagai perbandingan UMP Jakarta 3,6 juta rupiah per bulan. Sedangkan sebagai contoh pedagang Nasi Kuning Cirebon yang mangkal setiap hari di Gading Serpong mampu menjual 1-1,3 juta rupiah. Jika Dia kerja 26 hari sebulan maka dia mampu meraup revenue 26-28,6 juta perbulan. Kita semua tahu bahwa keuntungan kotor bisnis makanan biasanya diatas 100%. Sehingga Gross profit perbulan dapat mencapai 13-14,3 juta perbulan. Sungguh menarik bukan?

 

Share This