Ternyata tidak semua orang dapat membedakan dengan mudah antara Misi & Visi, bahkan ada pula yang tertukar pengertiannya.

Lalu apakah Misi itu?  Misi adalah hal fundamental yang menjadi alasan keberadaan bisnis. Misi dibuat untuk menjawab pertanyaan: “Why we exist?”

Lalu apakah gunanya Misi bagi organisasi? Misi adalah soul bagi organisasi. Misi akan menjadi guidence/panduan bagi perusahaan dalam merumuskan strategy bisnis.

Strategy bisnis tidak boleh bertentangan dengan misi. Sebagai contoh misi dari Palang Merah Amerika adalah: “The American Red Cross prevents and alleviates human suffering in the face of emergencies by mobilizing the power of volunteers and the generosity of donors.​”  Karena misi tersebut maka Palang Merah tentunya tidak akan mendirikan Rumah Sakit yang berorientasi ke bisnis untuk membiayai organisasinya karena akan bertentangan dengan statement “alleviates human suffering” & “the generosity of donors”.

Lalu apakah Visi itu?

Visi adalah cita-cita atau tujuan jangka menengah atau panjang yang menantang bagi organisasi. Untuk merealisasikannya membutuhkan perubahan & upaya yang besar.  Oleh karena itu strategi bisnis yang saat ini dibuat harus sejalan dengan visi yang hendak dituju.

Visi dibuat untuk menjawab pertanyaan: “What we want to be.”

Analogi pertanyaan ini mirip pertanyaan ke anak kecil: “cita-citamu kalau sudah besar apa?” Jawabannya bisa macam-macam: “Kalau besar saya mau jadi dokter anak”, adapula yang yang menjawab “Saya ingin menjadi orang yang berguna bagi bangsa & negara”. Jawaban pertama ingin jadi dokter anak merupakan contoh yang cukup baik karena spesifik, ada jangka waktu, & menarik untuk dicapai.

Oleh karena itu karakteristik visi yang baik adalah sebagai berikut:

  1. Tangible, mudah dipahami serta kredibel. Visi hendaknya tidak “ngawang-ngawang”, sehingga masih dapat dicapai dengan effort yang besar dalam periode waktu jangka menengah atau panjang. Sebagai contoh kalau UKM yang baru mulai usaha makanan, ya sebaiknya tidak langsung membuat statement: “to be the world class leader in culinary industry…”
  2. Inspiring, dapat menarik komitmen & memberi energy bagi orang-orang yang ada di Organisasi tersebut
  3. Merefleksikan keunikan dari organisasi itu sendiri.

Berikut contoh visi Wal-Mart di tahun 90-an yang memiliki karakteristik tangible, mudah dipahami & kredibel: “Become a $125 billion company by yr 2000”

Sedangkan contoh visi inspiring yang dilengkapi time-frame pencapaian adalah milik Samsung.

Vision 2020: “Inspire the World, Create the Future”.

The Vision 2020 is at the core of our commitment to create a better world full of richer digital experiences, through innovative technology and products.

(-sgt-)

Share This