Seperti halnya manusia yang mengalami tahapan kehidupan dari lahir, bertumbuh, bekerja, pensiun & meninggal. Setiap produkpun akan mengalami fase yang sama yang disebut Product Life Cycle. Tahapan Product Life Cycle terbagi menjadi empat, yaitu: Introduction, Growth, Maturity, & Decline.

 

tahapan product life cycle
  1. Introduction

Karena produk baru saja diluncurkan maka penjualannya pun masih rendah. Sebaliknya biaya yang dikeluarkan sudah cukup banyak khususnya untuk pengembangan produk & marketing. Hal ini berakibat cost per 1 customer atau customer acquisition cost akan sangat tinggi. Biasanya di tahapan ini perusahaan masih merugi apalagi kalau cuma bergantung dari satu produk saja.

Contoh industri yang berada di tahapan introduction di Indonesia pada tahun 2017 adalah Financial Technology. Seiring kemajuan teknologi informasi & beradaptasinya regulasi pemerintah terhadap mata uang digital, maka kedepan industri ini akan terus bergeser ke fase selanjutnya yaitu Growing. Produk ini di masa depan akan menggerus pasar keuangan konvensional seperti perbankan. Pemain di industri ini antara lain OVO milik Lippo Group

Kalau dianalogikan dengan manusia, pada fase introduction orang baru saja mulai bekerja setelah sekian tahun kuliah. Karena baru bekerja gajinya tentu masih kecil mungkin masih UMP.  Sehingga kalau dilakukan perhitungan antara nilai investasi untuk sekolah & gaji yang didapat tentunya masih merugi. Agar orang tsb dapat masuk fase selanjutnya maka  dia perlu bekerja & belajar lebih keras untuk meningkatkan prestasi & kompetensi.

  1. Growth

Pada fase Growth pertumbuhan penjualan akan meningkat drastis seiring dengan peningkatan jumlah pelanggan. Tidak jarang pertumbuhan penjualan kalau dimanage dengan baik dapat meningkat puluhan kali lipat. Sebaliknya peningkatan jumlah order akan meningkatkan biaya investasi & operasional perusahaan sebagai contoh untuk pembukaan cabang-cabang baru. Di fase ini produk sudah dapat mendatangkan keuntungan buat perusahaan. Meskipun penjualan meningkat drastis namun karena pengeluaran juga tinggi maka keuntungan di tahapan ini belum maksimal.

Kalau dianalogikan dengan orang kerja maka karirnya sedang bertumbuh pesat, beban pekerjaannya sangat tinggi sehingga tidak jarang pulang sampai larut. Gajinya meningkat drastis seiring pencapaian & promosi yang didapat. Namun demikian karena jabatannya belum sampai di level Top Management maka gajinya belum maksimal. Ditambah lagi orang di usia ini mulai melakukan banyak investasi untuk memenuhi kebutuhan sekunder & jaminan hari tua seperti investasi rumah, asuransi, mengembangkan pasif income, dst yang berakibat net income-nya menjadi jauh berkurang.

  1. Maturity

Ketika orang yang berkarir di perusahaan mencapai posisi Top Management maka dapat dikategorikan sudah masuk tahapan maturity. Penghasilan mencapai titik tertinggi & di sisi lain pekerjaan sudah mulai stabil karena dia bisa memanage pekerjaan & waktu kerjanya dengan lebih leluasa.

Demikian pula dengan di Product Life Cycle, pada tahapan ini revenue penjualan & jumlah pelanggan akan mencapai titik tertingginya. Investasi sudah sangat jauh berkurang & bisnis sudah mulai jalan stabil. Oleh karena itu pada fase ini program efisiensi & intensifikasi produk dapat berjalan dengan baik. Tidak jarang di organisasi besar birokrasinya akan menjadi sangat panjang seiring kontrol keuangan yang sangat ketat. Karena penjualan mencapai titik tertinggi & biaya operasional serta investasi dapat ditekan maka keuntungan di fase ini akan menjadi titik tertinggi. Contoh perusahaan yang sudah masuk fase ini adala Telkom Indonesia & Plantation yang ada di bawah Sinar Mas Agribusiness.

  1. Decline

Usia makin bertambah, fisik makin melemah & tibalah masa pensiun. Pada masa ini pendapatan akan turun drastis, di sisi lain pengeluaran bisa jadi sama atau bahkan meningkat karena biaya pengobatan bertambah. Sehingga tepat masa tersebut dikategorikan Decline period.

Industri yang mulai masuk masa Decline akan ditandai dengan turunnya penjualan di semua perusahaan di industri yang sama. Apesnya lagi biaya operasional setiap tahuntetap sama atau bahkan meningkat karena inflasi. Perusahaan yang tidak siap dengan perubahan ini dapat kolaps.

Biasanya penyebab industri masuk ke tahapan Decline adalah perubahan regulasi & teknologi yang mendorong munculnya product Substitusi . Perubahan regulasi dapat membuat decline jika seandainya tiba-tiba muncul aturan pemerintah yang melarang peredaran produk tersebut sebagai contoh tahun 2006 obat nyamuk Hit dilarang karena mengandung pestisida. Akibatnya produk ditarik dari pasar & perusahaan harus mengganti dengan produk model baru yang lebih aman.

Contoh lain adalah di industri kamera roll film dimana pada tahun1990-an mulai kolaps dengan munculnya produk substitusi yaitu kamera digital. Korbannya adalah Kodak film yang selama lebih dari 100 tahun menjadi market leader.

pencerahan kehidupan product life cycle

Berikut contoh tahapan yang dialami produk iPhone 5S/ 5C . Hal Menarik dari produk ini adalah timeframe Introduction-nya sangat pendek karena sejak dilaunch tanggal 20 Sepetember 2014 langsung sukses. Bahkan dalam 3 hari pertama langsung terjual 9 juta unit atau memecahkan rekor penjualan handphone merk apapun di periode 1 minggu pertama.

INSIGHT

Setiap produk pasti ada lifecycle-nya dimana umurnya berbeda-beda tergantung industrinya, ada yang pendek seperti iPhone, ada yang panjang seperti roll film. Apapun industrinya sebelum produk masuk ke masa Decline maka perusahaan harus mulai mengembangkan produk barunya agar dapat menggantikan sumber pemasasukan di masa depan (Lihat kurva merah putus-putus di gambar di bawah).

 

Umur produk sangat tergantung dengan tersedianya produk substitusi, regulasi serta perubahan teknologi. Produk lifecycle yang terkait teknologi akan lebih pendek dan cepat matinya sehingga inovation engine seperti yang dimiliki Apple menjadi kebutuhan penting.

Sebaliknya produk terkait teknologi akselerasi pertumbuhannya paling cepat dibanding industri lainnya. Jadi kalau mau cepat kaya raya bisa dicoba masuk industri ini. Contoh orang yang berhasil menjadi triliuner sebelum usia 30 tahun adalah Bill Gates (Microsoft), Sergey Brin (Google), Mark Zuckerberg (Facebook), Elon Musk (Paypal, Tesla, SpaceX). (-sgt-)

Share This