Saya sering menggunakan istilah finishing well untuk temen yang keluar kerja baik-baik & mendapatkan tempat yang lebih baik. Namun kali ini saya akan memakainya juga untuk sahabat-sahabat yang telah melalui perjalanan panjang kehidupan dengan baik dan masuk ke kehidupan baru yang lebih indah. Berikut pengalaman spiritual minggu ini:

Beberapa hari lalu saat asyik kerja di depan laptop tiba-tiba istri bertanya: “Apakah kamu kenal dengan wanita yang ada di Facebook ini?” Belum sempat menoleh disambung lagi: “Namanya Sari Widiastuti, dia jemaat di Abbalove Bali. Saat ini dia sedang sakit kanker.” Ketika mendengar apa yang dialaminya segera saya beranjak dari kursi untuk melihat dengan lebih jelas. Di foto terlihat seorang wanita kurus terbaring di ranjang rumah sakit dikelilingi temen-temen yang menjenguk dan mendoakannya. Wajah wanita tersebut terlihat tegar menghadapi penderitaan & mencoba tersenyum meskipun tidak bisa.

Meskipun saya pernah kerja setahun di Bali di tahun 2000 namun tetap juga tidak dapat mengenali nama & wajah di atas. Selama dua hari nama Sari terus terbersit di pikiran. Hingga akhirnya di tanggal 7 Agustus 2018 istri menginformasikan kalau wanita yang ada di foto kemarin meninggal dunia. Sedih mendengarnya, saya & istri seperti ada ikatan untuk turut merasakan apa yang dialami keluarganya. Terlebih mendengar wanita tsb punya 2 anak kecil yang ditinggalkan. Saya yakin banyak temen-temen mereka di Bali & dimanapun juga turut berduka.

Malam harinya ada tambahan info kalau Sari yang ada di foto adalah istri Hardi teman Bimbingan Pra Nikah kami waktu di Bali. Sari adalah nama yang sering Hardi sebut saat Bimbingan Pra Nikah (BPN) selama 1 tahun. Mereka pacaran jarak jauh, Hardi tinggal di Bali dan Sari ada di jakarta waktu itu.

finishing well

(Foto kenangan makan jagung dengan Hardi & kak Jimmy di Sanur, 2001)

Perasaan sedih semakin mendalam karena Hardi sudah meninggal beberapa tahun lalu kena serangan jantung. Kasihan sekali anak-anaknya. Mereka sudah menjadi yatim piatu sekarang! Saya mengimani anak-anak ini akan terus dijagai Tuhan & menjadi orang-orang luar biasa di masa mendatang. Berat rasanya melampau malam itu!

Hardi adalah temen baik saya waktu di Bali. Dia manager perusahaan ekspedisi yang membawahi area Bali. Setiap minggu kami Komsel bareng, BPN bareng, makan bareng. Hatinya tulus & suka menolong. Karena Sari calon istrinya ada di Jakarta maka saya hanya sekali melihatnya saat menghadiri pernikahannya tahun 2002.

Meskipun sudah dipanggil Tuhan satu hal yang menghibur saya adalah mereka telah menjalani kehidupan spiritualnya dengan Finishing Well. Sampai akhir hayatnya mereka tetap berjalan bersama Tuhan! Dari waktu ke waktu Tuhan semakin pakai hidup mereka. Kehidupan keluarganya pun semakin diberkati. Cinta mereka tetap bertahan hingga maut memisahkan.

Foto mereka dengan latar tulisan “I Can’t Stop Loving YOU” telah menginspirasi hidup saya untuk semakin dekat dengan Tuhan dan mencintai pasangan. Demikian pula foto anak-anak mencium mamanya mengingatkan untuk memanfaatkan Golden Time bersama anak-anak & terus membangun warisan kekekalan di kehidupan mereka. Selamat jalan sahabatku!

finishing well kehidupan

Tuhan berdaulat atas hidup semua orang tidak pandang kita kaya atau miskin, pintar atau bodoh, sehat atau sakit. Tuhan dapat panggil hidup kita sewaktu-waktu! Yang menjadi pertanyaan apakah kita sudah siap dipanggil kapanpun untuk finisihing well?

Mungkin kita pernah mendengar ada pepatah “Banyak jalan menuju ke Roma”. Tetapi bagaimana seandainya hanya ada satu jalan menuju ke Surga?

Oleh karena itu mumpung masih ada kesempatan tidak ada salahnya menguji jalan yang dipegang saat ini. Apakah jalan tersebut membuat kita semakin dekat dengan Tuhan?

Jika kita bilang ya, maka perlu uji lagi dengan pertanyaan: “Apakah kedekatan tsb membuat kita dapat merasakan kehadiran Tuhan dalam bentuk damai sejahtera, kasih, pengendalian diri, murah hati, pengampunan & sifat-sifat Tuhan lainnya?

Setelah yakin jalan yang dipilih sudah benar langkah selanjutnya “jangan disia-siakan jalan keselamatan tersebut”. Tuhan akan bantu & tuntun di jalan tsb meskipun panjang & sulit. Do the best, God will do the rest!

Hidup di bumi hanya sekali, Hidup ini adalah kesempatan. Jadi pastikan kita semua FINISHING WELL minimal untuk hal Spiritual dulu ya… (-sgt-)

Share This